Minggu, 30 Maret 2014

Paak, janji yah? Janji untuk tetap sehat sampai waktu itu tiba


Aku terlahir dari keluarga biasa, keluarga yang dulu nya pernah hidup susah , dinafkahi hanya dengan gaji pns dan hasil dari toko sablon . bapak harus membiayai ke-empat anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

Dari kecil kami hidup sederhana. Kami dilahirkan dari orang tua yang tingkat pendidikan nya tidak setinggi kami anak-anaknya saat ini. Bapak hanya lulusan SMA , dan almarhumah Mama kami hanya lulusan SMP. Bapak hanya seorang PNS dan pekerja di toko sablonnya. Kami dibesarkan orang tua kami dengan kebebasan, tidak dididik dengan keras, ataupun disiplin, orang tua kami membebaskan kami dalm menentukkan setiap pilihan kami, kami tidak dituntut untuk mengikuti apa kata orang tua kami, kalau mau sholat yah sholat, kalau engga juga gak apa, kalau mau belajar yah belajar, kalau enggak juga gak apa, yah itulah orang tua kami. Sehingga kami dari kecil sudah diberikan tanggung jawab oleh orang tua kami untuk menjaga kepercayaan beliau. Beliau membebaskan segala sesuatunya , mulai dari ibadah, sekolah, pelajaran, teman ataupun pujaan hati hehe J . Alhamdulillah kami anak-anaknya tidak pernah melanggar aturan-aturan yang ada, baik itu moral, etika, sopan-santun, ibadah.

Seiring berjalannya waktu , tingkat perekonomian keluarga kami semakin membaik. Meskipun kadang ada masanya kami sulit atau senang. Tapi kami tetap tidak lupa diri, karena dari kecil kami sudah hidup sederhana. Sampai bapak bisa membiayai aku yang bersekolah di kedokteran univ.swasta, meskipun kadang sebagian biaya nya perlu bantuan bank atau sanak saudara kami.

Mungkin kalau dimata orang , kedokteran merupakan pendidikan yang berkelas, yang di dalamnya berisi orang orang yang berduit, yaah orang berfikir seperti itu. Memang sebagian seperti itu, tapi tidak untuk aku,membayar biaya kuliah pun kadang bapak harus minjam bank atau meminjam sanak saudara sebagian uang semesterku tiap 6bulannya, belum lagi tambahan uang asrama, sekedar untuk belanja pun aku masih menggunakan uang mingguan dari orang tua ku, kalaupun ingin belanja pun aku harus memilih barang barang yang cocok dengan kantong ku , setiap minggunya aku harus membagi uang makan ku dan uang untuk sekedar jajan atau tabungan untuk membeli barang barang yang lain. Bahkan kadang aku harus berpuasa kalau uang jajan ku sudah habis sebelum waktunya, kadang juga aku meminta makan kepada teman teman di asrama, boleh jadi aku hanya makan mie dan telor , yaah namanya juga hidup diasrama hehe

Aku tidak pernah menuntut kepada orang tuaku ketika uang di atm ku tidak diisi lagi, aku juga tidak pernah menuntut, ketika aku tidak diberikan uang belanja bulanan untuk keperluan dikamar. Yah aku jalanin semuanya dengan ikhlas, karena aku tau kalau bapak tidak kasih , berarti memang bapak belum ada uang lebih untuk menambahkan uang jajanku sekedar untuk membeli barang barang bulanan.

Dari kecil aku memang anak yang tidak banyak nuntut, tidak banyak meminta , atau pun menangis ketika apa yang aku inginkan tidak terpenuhi. Aku cuma bersikap, yaah kalo dikasih syukur, kalo endak juga ndak apa hehhe.  Tenang yah pak , aku tidak pernah mengeluh kalo kita lagi susah, lagi bener bener harus berhemat, aku tidak pernah mengeluh ko pak J

Paak, janji yah? Janji untuk tetap sehat sampai waktu itu tiba

Bersabarlah ,aku akan meyelesaikan segala sesuatu nya dengan baik, doakan anakmu yah pak, aku juga slalu  mendoakanmu untuk tetap sehat dan diberikan rejeki lebih untuk menopang pendidikan ku sampai waktu itu tiba. Waktu dimana ketika aku dipanggil  “DOKTER”  olehmu kelak , dokter yang slalu kau tunggu di ruang prakteknya , dokter yang amanah yang bisa membantu masyrakat kecil yah pak aaaamiiin Ya RabbJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar