Rabu, 19 Oktober 2011

Tragedi 22 Mei

siang itu,,yah 22mei2007,,sekitar pukul 14 lewat.an..

Sesuatu membangunkanku dr tidurku,entah apa yg membuatku bangun sesiang itu,ketika ku membuka mataku,menginjakan kakiku dilantai kamar..

terdengar suara tangis lantunan surat yasin dr arah ruang tamu..ketika ku keluar dr kamar..entah apa yg aku lihat,,semua orng memenuhi ruang tamuku,dng suara tangis dan lantunan yasin..

Dan tahu apa yg aku lihat?? Tubuh mungil rambut ikal terbujur lemah tak berdaya dikasur dng botol infus yg masih tertusuk ditangan di kelilingi orng2..termasuk yg aku lihat bapak teh asri dan bian kecuali a uda yg sedang menagis dihadapan IBU ku.. Betapa kaget.a aku,mata ini berkaca kaca,bukan karna terharu atau apa pun..

Semua orng menatap kearah ku dng tatapan iba kpd ku..

Langkah demi langkah kutelusuri menuju kerumunan orng di ruang tamu,berat kaki ini melangkah,berat mata ini melihat,berat kuping ini mendengar,berat bibir ini bicara...

Tak terasa air mata ini jatuh dr mataku tak terasa pula aku sudah sampai dihadapan IBU ku yg sedang mengalami sakaratul maut...

Aku duduk dng tubuh lemah dng tatapan kosong disamping IBU ku..kucium ibuku kubisikan kalimat syahadat kuucapkan ditelinga.a dng kata kata yg baru aku keluarkan selama aku hidup ''Maafin ipy ma,maafin segala kesalahan ipy,ipy ikhlas''..aku tau semua sudah terlambat,,tp paling tidak,aku ada disamping.a disaat malaikat Izrail bersamanya... Kami semua membacaakan surat yasin dng iringan tangis...


Tiba saat roh IBU ku tidak bersatu lagi dng jasad.a,semua orng yg berada di rmhku tersentak dan ''INNALILLAHI WAINNA ILAHI ROJI'UN'' ...


Tubuh ku rasanya seperti melayang lemas ga bisa berkata kata,hanya air mata yg saat itu bisa ku kluarkan... Semua orng memeluki kami,menatap kami iba,,,ga sanggup rasanya menghadapi hari itu hari dimana kami mau ga mau harus ikhlas kehilangan ibu kami tercinta ...

Ku kuatkan hatiku, kututup mata ibuku dng tangan ku yg kotor,kucium wajah ibuku,kusimpan rasa sakit ini didalam hatiku,kusimpan wajahku yg sedih dan lemas dan kugantikan dng wajah yg penuh dng kesabaran,kutunjukkan dihapan ibuku dan semua orng...

Kutinggalkan beliau sendiri untuk mengambil air wudhu kubasuhkan wajahku dng air wudu kuambil yasin,lalu kubacakan ayat demi ayat yg mengandung arti yg sangat hebat.. Kutahan air mata ini agar tidak terjatuh ke hadapan almh ibuku,,meskipun berat tp itu harus kulakukan karna aku ga tau apa lg yg harus aku lakukan selain berdo'a...



Sungguh dahsyat hari itu ..
Ibuku tercinta meninggalkan kami,perginya takkan kembali lagi...


Adikku bian sayang,janganlah kau menagis doa'kan ibu diterima,dapatkan kebaikan dari ALLAH TA'ALA semoga menjadi bidadari surga,,


SELAMAT JALAN IBUNDA TERCINTA...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar