Aku terlahir dari keluarga biasa, keluarga yang dulu nya
pernah hidup susah , dinafkahi hanya dengan gaji pns dan hasil dari toko sablon
. bapak harus membiayai ke-empat anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi.
Dari kecil kami hidup
sederhana. Kami dilahirkan dari orang tua yang tingkat pendidikan nya tidak
setinggi kami anak-anaknya saat ini. Bapak hanya lulusan SMA , dan almarhumah Mama
kami hanya lulusan SMP. Bapak hanya seorang PNS dan pekerja di toko sablonnya. Kami
dibesarkan orang tua kami dengan kebebasan, tidak dididik dengan keras, ataupun
disiplin, orang tua kami membebaskan kami dalm menentukkan setiap pilihan kami,
kami tidak dituntut untuk mengikuti apa kata orang tua kami, kalau mau sholat
yah sholat, kalau engga juga gak apa, kalau mau belajar yah belajar, kalau
enggak juga gak apa, yah itulah orang tua kami. Sehingga kami dari kecil sudah
diberikan tanggung jawab oleh orang tua kami untuk menjaga kepercayaan beliau. Beliau
membebaskan segala sesuatunya , mulai dari ibadah, sekolah, pelajaran, teman
ataupun pujaan hati hehe J
. Alhamdulillah kami anak-anaknya tidak pernah melanggar aturan-aturan yang ada,
baik itu moral, etika, sopan-santun, ibadah.
Seiring berjalannya waktu , tingkat perekonomian keluarga
kami semakin membaik. Meskipun kadang ada masanya kami sulit atau senang. Tapi
kami tetap tidak lupa diri, karena dari kecil kami sudah hidup sederhana. Sampai
bapak bisa membiayai aku yang bersekolah di kedokteran univ.swasta, meskipun kadang
sebagian biaya nya perlu bantuan bank atau sanak saudara kami.
Mungkin kalau dimata orang , kedokteran merupakan pendidikan
yang berkelas, yang di dalamnya berisi orang orang yang berduit, yaah orang
berfikir seperti itu. Memang sebagian seperti itu, tapi tidak untuk aku,membayar
biaya kuliah pun kadang bapak harus minjam bank atau meminjam sanak saudara
sebagian uang semesterku tiap 6bulannya, belum lagi tambahan uang asrama,
sekedar untuk belanja pun aku masih menggunakan uang mingguan dari orang tua
ku, kalaupun ingin belanja pun aku harus memilih barang barang yang cocok
dengan kantong ku , setiap minggunya aku harus membagi uang makan ku dan uang
untuk sekedar jajan atau tabungan untuk membeli barang barang yang lain. Bahkan
kadang aku harus berpuasa kalau uang jajan ku sudah habis sebelum waktunya,
kadang juga aku meminta makan kepada teman teman di asrama, boleh jadi aku
hanya makan mie dan telor , yaah namanya juga hidup diasrama hehe
Aku tidak pernah menuntut kepada orang tuaku ketika uang di
atm ku tidak diisi lagi, aku juga tidak pernah menuntut, ketika aku tidak
diberikan uang belanja bulanan untuk keperluan dikamar. Yah aku jalanin
semuanya dengan ikhlas, karena aku tau kalau bapak tidak kasih , berarti memang
bapak belum ada uang lebih untuk menambahkan uang jajanku sekedar untuk membeli
barang barang bulanan.
Dari kecil aku memang anak yang tidak banyak nuntut, tidak
banyak meminta , atau pun menangis ketika apa yang aku inginkan tidak
terpenuhi. Aku cuma bersikap, yaah kalo dikasih syukur, kalo endak juga ndak
apa hehhe. Tenang yah pak , aku tidak
pernah mengeluh kalo kita lagi susah, lagi bener bener harus berhemat, aku
tidak pernah mengeluh ko pak J
Paak, janji yah? Janji untuk tetap sehat sampai waktu itu
tiba
Bersabarlah ,aku akan meyelesaikan segala sesuatu nya dengan
baik, doakan anakmu yah pak, aku juga slalu
mendoakanmu untuk tetap sehat dan diberikan rejeki lebih untuk menopang
pendidikan ku sampai waktu itu tiba. Waktu dimana ketika aku dipanggil “DOKTER” olehmu kelak , dokter yang slalu kau tunggu di
ruang prakteknya , dokter yang amanah yang bisa membantu masyrakat kecil yah
pak aaaamiiin Ya RabbJ
